20.5.12

Semi Vakansi: Cuban Rondo 18-19 Mei

Just arrived: tepar di C9





Akhirnya kami kembali datang menghantui Cuban Rondo. Mungkin tempat ini menjadi salah satu tempat bersejarah buat para warga EDSA. Karena tempat ini juga menjadi saksi resminya kita pertama kali jadi mahasiswa Sastra Inggris. Yak, semacam afdol-nya begitu. Kali ini kami datang guna melancarkan sebuah misi damai pembuatan video tentang Gathering Nite yang dibikin di tempat yang aseli. Dua hari satu malam yang melelahkan sekaligus menyenangkan. Bedanya dengan GN adalah, kami dapat ground yang lebih tinggi dari ground biasanya, alangkah menderitanya kaki jenjang ini, sampai ragu untuk ikut scene inisiasi di air terjun Cuban Tengah. Serunya lagi waktu pulangnya merasakan dempet-dempetan naik bemo dari Terminal Landungsari ke Stasiun Kota Baru Malang. Sebuah bemo imut diisi 17 orang, yang 3 tambun dan yang 1 tiduran tertimbun bersama barang-barang bawaan. Ditambah lagi, barang bawaan gahar ini terdiri dari tikar, tas ransel, galon, tripod, dan tenda. Sudah begitu, kami hampir telat mengejar kereta. Untungnya kereta datangnya telat juga. Jalan-jalan yang melelahkan sekaligus unforgettable

aril-candra-odi-gondo-rei
Di depan warung Bu Tini: rambak (duduk)- fatur-farchan-mas feb (bawa tiker)-kakak angga (jiban pake jubah)-romce

6.5.12

Parade Melewati Jalan Gemblongan

Gefeliciteerd Surabaya! Oke, saatnya rehat sejenak sebelum minggu yang sakral dan minggu vakansi.Saatnya nonton parade. Kali ini mengajak bapak Djailan yang budiman dan terlihat sangat sintal sore ini. My best hang out partner ever. Berawal dari Minggu dini hari ada sebuah sms mesra dari @nyunsyarifah  (hehe) tentang parade yang bakal digelar hari Minggu. Kami janjian berjumpa di Delta, sialnya pas sudah mau belok ke arah Tunjungan, jalan di Praban sudah ditutup. Akhirnya lurus ke Bubutan, lalu Jalan Gemblongan, parade-nya sudah dimulai! Alhasil harus berpisah dengan teman-teman yang sedang stand by di Yos Sudarso. Ada juga @Cak_ariel plus @twykelala. Aku-pun bergerilya di Jalan Gemblongan saja sambil ber-live report bareng Nyun. Parade-nya keren sekalski. Namanya parade bunga, warna-warni menghiasi. Jalan yang lebar-pun menyisakan beberapa space sempit bagi para peserta parade. Saking banyaknya manusia berjejalan di sepanjang dan selebar jalan. Antusias! Ada yang bertegur sapa dengan temannya yang ikut parade, ada yang suka berkomentar, ada yang bersiul atau menggoda saat ada mbak-mbak cantik nan seksi lewat. Begitulah orang Surabaya. Spontan. Dari sini aja kita bisa lihat betapa kerennya budaya asli Indonesia. Cuma, yang agak heran ya. Kenapa di setiap parade atau karnaval di Surabaya selalu banyak marching band-nya? Dan lebih herannya, orang-orang yang berkumpul membanjiri jalan ini, setelah mereka pergi satu persatu, sampah sudah berserakan di mana-mana. Padahal acara ini cuma memakan waktu sekitar dua jam-an, segitu tak kuatkah hasrat orang-orang ini membuang sampah ditempatnya? Tapi, seluruhnya keren beet! Selamat ulang tahun kotaku tercinta! kalau kata komunitas sepeda tua yang ikut karnaval tadi, Goede Verjardaag!

Reog Ponorogo




marching band